PRJ 2022

Setelah vakum dua tahun karena pandemik, akhirnya PRJ buka lagi. Saia kesana hari Minggu lalu dan bawa mobil. Bawa mobil ke PRJ adalah sesuatu hal yang tidak direkomendasikan karena cari parkir susah banget dan padat. Dulu jaman kecil selalu ke PRJ pakai mobil pribadi kayaknya ga semrawut dan sepadat sekarang deh. Sekarang ini mendingan naik transportasi umum deh.

Mungkin karena hari Minggu juga ya dimana banyak orang mengisi waktu libur ke PRJ, PRJ bener-bener kayak tumpahan manusia saking banyaknya. Biasanya memang banyak tapi sekarang ini memang super banyak, jadinya gak puas jalan-jalannya dan waktu kerasa singkat karena udah kesorean juga nyampenya.

Disana ga beli barang apapun, hanya beli minuman dan cemilan kekinian. Nanti mau kesini lagi bulan Juli pas hari kerja biar gak rame.

Pantai Ancol – Bandar Djakarta

Selamat pagi untuk semua yang masih liburan dan juga yang mungkin ada yang sudah masuk kerja. Saia dalam posisi masih liburan nih. Waktu liburan pertama Lebaran kemarin, saia dan teman-teman nge-mall bareng dan saat itu sih ga begitu rame, tapi menjelang jam 1 siang mulai ramai sampai sore. Di hari kedua Lebaran, saia dan keluarga memutuskan untuk jalan-jalan mengisi waktu libur dan pilihannya adalah Ancol. Ngomong-ngomong soal Ancol, waktu kecil sering banget kesini, pas udah gede jadi mulai jarang. Terakhir ke Ancol sekitar tahun 2015, itu juga karena punya annual pass Dufan, sehingga setiap hari libur, tanggal merah atau kesempatan-kesempatan lain, pastinya ke Dufan sampai bosen…hahahaha…sejak annual pass saia dan teman-teman berakhir di 2015, sejak saat itu gak pernah lagi ke Ancol dan tahun ini setelah 7 tahun baru kembali lagi ke Ancol.

Kami ke Ancol berdelapan dengan dua mobil, totalnya itu Rp. 255.000, jadi bisa dihitunglah ya berapa biaya masuknya. Saat itu juga, macet pake banget, bener-bener PR banget deh nyari parkiran. Kami bawa tikar dan cemilan sehingga bisa duduk-duduk cantik di bawah pohon yang rindang diselingin oleh semilir angin…hehe….ada juga penyewaan tikar disini, gak tau berapa harganya. Di tempat yang kami duduki ini, masih agak jauh dari pantai, jadi tidak ada pasir putih ya, hana ada batu-batuan gitu deh dan ada juga penyewaan kapal. Kami gak naik kapal, karena tadinya bermaksud untuk naik kapak di Bandar Djakarta. Makan siang rencana di Bandar Djakarta, karena waiting list (yang kata petugasnya gak lama hanya sekitar 15-20 menit), jadinya kami makan cemilan aja dan baru makan sore di Bandar Djakarta.

Waktu ke Bandar Djakarta, memang harus waiting list dan dibilang menunggu kira-kira 15 menit, tapi baru sekitar 2 menit, sudah dapat tempat. Karena kami menikmati makan sore dulu, sehingga kalau mau naik kapal kesorean, jadinya foto-foto saja disekitar Bandar Djakarta itu. Tempatnya luas dan menurut saia, untuk makanan yahh lumayanlah ya dan gak begitu mahal sih menurut saia. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di video youtube saia ya, hanya singkat aja sih di video itu supaya penonton ga bosen….hehe, ini linknya : https://www.youtube.com/watch?v=NIJbodbjmC0.

Sekian dulu cerita kali ini. Liburan di Jakarta aja tetap mengasyikkan kok, gak perlu keluar kota yang menurut berita, macet dimana-mana.

The Great Asia Africa, Lembang, Bandung

Mau ke negara-negara Asia dan Afrika tanpa visa dan tiket pesawat? Datang saja ke The Great Asia Africa yang terletak di Lembang. Tiket masuknya Rp. 50.000 yang dapat ditukar dengan minuman. Tiket berlaku sama saja di weekdays maupun weekend. Tiket berlaku untuk usia 2 tahun ke atas.

Untuk para lansia, ada lift yang dapat digunakan untuk menjelajahi tempat ini. Selain itu, disediakan juga kursi roda bagi yang membutuhkannya. Tempatnya sangat luas, jadi bagi yang masih diberikan kesanggupan untuk berjalan, lebih baik berjalan kaki menyusuri berbagai spot-spot menarik yang tentunya asyik untuk foto-foto.

Apa saja yang ada disini, bisa lihat di youtube https://youtu.be/sBcgS_L3dI8. Tutupnya jam 18.00 WIB alias jam 6 sore. Karena waktu kesini adalah bulan puasa, jam 5 sore sudah pada tutup toko-tokonya dan sepi banget, mungkin karena waktu datang kesini adalah weekdays. Yukk yang mau menjelajah negara-negara di Asia dan Afrika silakan datang kesini.

Short trip to Bogor

Selamat malam para readers and bloggers….hehe…setelah sekian lama tidak mengisi blog ini dengan perjalanan wisata, kali ini saia akan cerita tentang perjalanan ke Bogor yang baru dilalui weekend kemarin. Asal muasal kenapa ada rencana ke Bogor ini, bukan direncanakan panjang, tapi tiba-tiba saja. Biasanya yang tiba-tiba itu terlaksana sedangkan yang direncanakan suka ga jadi yaa…haha….ya ga semua case seperti itu sih.

Kami berenam yang terdiri dari para wanita cantik yang ada di bumi ini (wkwkwk) naik mobil menuju Bogor. Tempat penginapannya namanya Leuwung Geledegan Lodge. Murah meriah dan bagus tempatnya. Saia kemarin itu gak sempet foto-foto gitu, eh ada deng foto-foto, tapi lebih fokus ke vlog, jadi silakan liat aja ya di vlog saia : https://youtu.be/AugVzwEJ4Dk atau kalau susah di cari, bisa cari aja : Short trip to Bogor : Dari Leuweung Geledegan sampai Devoyage, channel youtubenya : My Journey My Story.

Leuweung ini semacam glamping alias glamour camping gitu, tempat tidurnya luas banget, bisa buat bertiga deh, trus semuanya ok lah, ada handuk, tv, ac, etapi ga ada toiletries sih, jadi kudu bawa dari rumah. Sunsetnya juga bagus, sambil berenang trus menikmati sunset, wah keren banget deh.

Menikmati sunset dari kolam renang

Disini juga harga makanannya ga mahal-mahal banget. Bisa terjangkaulah. Malamnya, kami berenam turun ke kota Bogor. Rencananya mau kulineran, tapi ya sepi gitu deh, padahal malam minggu. Tapi, kami berpikir apa karena hari pertama tarawih, sehingga pada tutup kali yaa, akhirnya makan malam berakhir di McD, itu juga makannya di mobil, karena McD mau tutup jam 10 malam (kirain 24 jam).

Karena sudah lelah hayati keliling kota Bogor, balik ke Lodge yang jaraknya lumayan jauh dari kota dan ditempuh sekitar 1 jam. Cerita-cerita sampai jam 2 pagi, tapi kalau saia sih udah tidur duluan, maklum ngantuk berat….haha

Besoknya, sarapan di Lodge. Sarapannya itu ya dingin gitu deh, alias kurang menggigit bagi kami berenam ya, tapi untuk ukuran tempat penginapan seperti Lodge gitu, udah lumayan sih. Tanahnya itu luas banget, banyak spot-spot foto juga. Saia sih gak nyusurin semua tempat yaa,,,,hehe

Setelah check out jam 12 siang, rencananya mau ke Devoyage. Tapi, di perjalanan hujan sangat deras, akhirnya setelah dipertimbangkan, gak jadi ke Devoyage, padahal udah lewatin, jadinya ke Warso Farm, tempat makan duren gitu. Setelah berlika liku di perjalanan yang sempit, hujan deras dan hal-hal lainnya, sampailah di Warso daaaannnn TUTUP sodara-sodara selama bulan puasa!!!!!!!!!!!!

Lalu??? wahh, tutup nih Warso, jadi mau kemana nih? kuy lah ke Devoyage lagi…setelah berjibaku dengan jalanan yang sepertinya jalanan yang kudu dilalui oleh Ninja Hatori, sampailah di Devoyage dengan hujan yang deras dan mager alias malas gerak. Kami ke restonya kongkow-kongkow sambil makan siang rencananya. Tiket masuk Devoyage Rp. 40.000 (weekend).

Setelah pesan macam-macam makanan, akhirnya salah satu temen perjalanan yang nyetir milih tidur di mobil sedangkan lima cewe cantik lainnya, berbincang-bincang di resto. Waktu minta bill, ternyata oh ternyata, kami mendapatkan tiket gratis masuk Devoyage untuk 6 orang dan temen perjalanan lainnya, pesan untuk take away dapat dua tiket gratis. Jadi, intinya, kalau kita makan di resto itu (mungkin dengan jumlah tertentu, karena kami makan sekitar 622ribu dapat enam tiket gratis, sedangkan temen yang take away, bill nya sektiar 90ribuan dapat 2 tiket gratis). Jadi, jika mau masuk Devoyage, mending makan dulu deh, perut kenyang, masuk Devoyage gratis. Demikianlah tips and trick untuk masuk Devoyage dengan gratis. Oya, cara dapat tiket gratisnya, bawa aja ya bon makannya itu ke loket, ntr bonnya itu diambil sama kasir Devoyage, lalu kita dapat semacam kertas gitu yang bertanda enam tiket.

Di Devoyage, tempat ala ala Eropa, saat itu masih hujan, jadi ya agak kurang enjoy gitu deh. Pas mau pulang, baru deh mulai berhenti. Btw, tentang Devoyage gratis itu, kalau masuk jam 4 sore yaa, kalau masuk sebelum jam 4 sore, bayar 50%, demikian infonya. Di Devoyage, bisa naik gondola kyak di Venezia, walaupun gondolanya ga ada mirip-miripnya dengan yang ada di Venezia, lebih condong kyak perahu biasa yang sering liat di tempat wisata untuk mainan anak-anak gitu. Kalau mau naik, harganya Rp.50.000/perahu. Kami sih gak naik, saia juga ga gitu minat karena ya kyak biasa aja gitu kapalnya, udah gitu basah lagi, ya tambah ga minat….ya sudlah yaaa kan udah pernah naik yang beneran di Venezia, jadi ya ga musti kudu naik juga di Devoyage ini. Jangan dikira ini kapal bisa dinaikin 10 orang ya, kapalnya kecil, jadi hanya bisa 2 orang gitu yang naik….di Devoyage ini juga ada semacam sewa pakaian ala ala Belanda gitu, bayarnya Rp. 55.000/orang dengan 3 kali foto. Sebenernya sih murmer yaa, tapi entah mengapa saia ga minat. Jadi inget waktu di Swiss, sewa baju ala ala gitu kan super mehong, klo ga salah sekitar 500ribuan gitu deh, trus fotonya juga hanya 1 pose lagi.

Fotoan ala ala
Yukk lahh dorongggg ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‡

Disini ada semacam lagu ala ala Belanda, kita sampe joget-joget gitu, tapi saia ga upload ya,,,,wkwkwkk….Jadi, ini adalah liburan murmer untuk refreshing. Gak begitu jauh dari Jakarta dan otak juga segar melihat pepohonan dan pemandangan yang keren.

Next Trip

Selamat pagi di hari yang indah..heheโ€ฆ.kenapa judulnya Next Trip? saia ada rencana mau berkunjung ke salah satu tempat wisata yang ada di Bogor minggu ini, untuk reviewnya, stay tune yaaโ€ฆ

Beberapa waktu terakhir ini keadaan sudah seperti normal, seperti sebelum datangnya pandemi, tapi kita masih harus terus waspada ya, tetap jalankan prokes. Saia sebenernya mau review salah satu makanan favorit saia, yaiti risol bihun, tapi belum sempet juga nih untuk nulis di blog, mungkin nanti akan saia bikinin video dan upload di youtube channel.

Keadaan semakin lama semakin membaik, saatnya merencanakan next trip seperti sebelum pandemi. Waktu baca-baca tentang Jepara, kyaknya asik tuh kesanaโ€ฆ.heheโ€ฆ.kuyy lah mulai searching-searching tempat menarik lagi ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Penggantian nama domain

Selamat pagi. Per hari ini, saia ganti nama domain dari yang tadinya : lihatlahlebihdekat.com menjadi my-journey-my-story.com. Kenapa ganti nama? setelah saia pikir-pikir sejak tahun lalu, sepertinya saia ingin ganti brand aja gitu agar sesuai dengan title yang ada di depan blog ini. Kebetulan, pagi ini lagi ada promo 0 alias free terkait dengan domain baru selama satu tahun, selebihnya bayar seperti biasa. Untuk nama blog baru ini, saia jadikan primary site sedangkan yang lama, karena masih ada sekitar 11 bulan lagi sampai expired, tetap bisa diakses pakai nama tersebut. Semoga perubahan ini tidak membuat bingung yaa bagi para follower saia yang udah baca blog ini.

Nama IG nya pun saya ganti, yang tadinya @lihatlahlebihdekattravelblog menjadi @myjourneymystoryblog. Demikian informasinya. Selamat pagi dan selamat beraktivitas.

Traveling di 2022?

Belum telat ya untuk bilang : HAPPY NEW YEAR 2022…sudah lama juga nih ya tidak menulis blog lagi, maklum tahun baru, tahun yang sibuk….hehe. Semenjak memasuki 2022 ini, sudah ada sekolah tatap muka dan kantor-kantor juga sudah mulai masuk kembali, tapi saia masih wfh nih. Kemungkinan dua minggu depan akan kembali ke kantor. Kenapa judulnya Traveling 2022? Mudah-mudahan ya keadaan membaik sehingga dapat kembali traveling. Hari ini saia lagi lihat-lihat akomodasi dan juga pesawat ke Malang. Kayaknya seru deh jalan-jalan ke Malang. Dulu sekitar tahun 2004 hanya ngelewatin saja dan belum afdol rasanya kalau belum menikmati kota Malang. Ada yang punya rekomendasi tempat-tempat wisata yang bagus untuk dikunjungi di Malang?

Saia lihat, kyaknya di bulan Maret itu, ada tanggal merah alias hari libur dan harga pesawatnya juga sangat terjangkau. Coba lihat jadwal kereta, belum tersedia jadwal untuk tanggal yang dimaksud. Walaupun belum tau akan ke Malang atau ngga, paling ngga seneng aja gitu ngeliat dan nyari-nyari akomodasi buat liburan….hehe…kangen liburan banget nih.

Mudah-mudahan keadaan terus membaik ya dan tidak ada lagi varian baru dari virus ini. Semoga masih dapat cerita-cerita menarik di tempat-tempat wisata dalam waktu-waktu yang akan datang. Yukk, semangat dan tetap jaga prokes.

Jalan-jalan asik ke Sentul

Selamat pagi menjelang siang. Minggu lalu, saia kembali lagi menjelajah Sentul untuk kedua kalinya. Tidak seperti Sentul yang pertama dimana apa yang bisa dijelajah, dijelajah, kali ini hanya jalan-jalan santai. Tempatnya pun masih sama seperti yang awal, tapi hanya sedikit, yakni ke Edensor Hills, Mandapa Kirana Resort dan Sawah Segar. Untuk foto-fotonya sudah ada di cerita terdahulu ya. Tadinya, mau ke curug Ciherang, tapi gak jadi dikarenakan satu dan lain hal. Sebagai pengganti curug Ciherang, saia dan teman-teman ke Cafe yang namanya Jatuh Hati. Cafe nya bagus ya dan jika turun lagi kebawah dari cafe itu, ada semacam sungai dan jembatan. Ada bendera Indonesia dan Korea gitu, tapi sayangnya pintunya tutup jadi tidak tahu ada apa disana.

Waktu saia turun menuju sungai, saia memang lihat ada tulisan loket tapi gak ada orangnya gitu. Jadi, setelah main sebentar di sungai, tiba-tiba didatangi petugas dan suruh bayar per orang 20 ribu. Jadinya, kita langsung pergi aja dari situ, karena secara tempat sih kyaknya ga worth it banget gitu bayar 20 ribu. Gak tau deh itu petugasnya mangkel atau gimana, tapi kyaknya sih gitu ya keliatan dari raut wajahnya.

Bukannya tidak mendukung pariwisata lokal, tapi bener deh, biasa aja suasana di sekitarnya dan sungainya juga ga bersih-bersih banget, bahkan ada sampah dimana-mana, jadi merasa sayang aja gitu bayar 20 ribu untuk sesuatu hal yang menurut saya “kurang”. Saia gak ada foto di tempat itu, tapi ada teman yang sempat foto karena petugas loketnya tiba-tiba muncul entah darimana.

Sekian cerita di bulan Desember 2021 ini. Semoga tahun depan keadaan lebih baik sehingga banyak cerita yang dapat diceritakan disini.

Camping di Gunung Bunder

Selamat siang menjelang sore di hari kedua dibulan November ini. Cuaca hari ini mendung seperti mau hujan. Tadi siang sih sudah hujan dan kemungkinan akan hujan lagi. Kali ini saia akan cerita tentang kemping ke Gunung Bunder tanggal 30-31 Oktober 2021 yang lalu. Kok bisa kemping? Ya bisa…hehe, rencanainnya juga hanya sebentar. Ada kegiatan yang diikuti, tapi saia gak akan cerita tentang kegiatannya ya, tapi akan cerita tentang kemping di masa sekarang ini. Udah lama juga ga kemping, ya kira-kira terakhir kemping itu di tahun 2017. Nih dia foto-fotonya :

Dibawah pepohonan ini ada tenda-tenda yang dibangun, tapi sengaja sih tendanya ga difoto, jadi pohon-pohonnya aja. Seger banget ya ngeliat pemandangan kayak gini

Pemandangan yang seger banget
Ini pintu masuk arah ke Curug, bayar 10.000 per orang
Pemandangan ke arah Curug juga
Masih episode pemandangan samping menuju Curug

Selama disini, hujan terus, bahkan deras. Waktu hari Minggu datang kabut yang cukup lebat, keren deh, udah lama banget gak ngeliat pemandangan seperti ini dimasa pandemik.Memang kegiatan jadi agak terhambat akibat hujan deras. Saia sendiri tidak sampai ke curug karena hujan dan kayaknya males gitu ngelanjutin naik ke atas, jadinya ya main-main di sekitar perjalanan saja, ada semacam curug kecil kali ya namanya, jadi bisa main-main disitu waktu hujan berhenti dan itu gak lama karena setelah itu hujan turun dengan deras lagi. Setelah menunggu lagi di salah satu warung di sana, akhirnya memutuskan untuk balik aja ke areal kemping.

Kebetulan saia lagi cuti, jadi ya seneng aja bisa melihat pemandangan yang suegerrrr banget. Oya, disini gak ada sinyal internet, jadi bagi yang ingin bersantai tanpa diganggu dengan gadget, tempat ini pas banget buat bersantai.

Siomay Dos Homemade

Selamat malam di hari ke-11 di bulan 10 tahun 2021. Kali ini saia cerita tentang siomay homemade. Masih pakai resep dari Chef Devina. Saia seneng re-cook Chef Devina karena simple, bahan-bahannya gampang didapat dan juga enak menurut saia yang pemilih makanan. Nih dia penampakan siomay dos nya :

Siomay dos dari dekat
Ini mentahnya
Warnanya emang kurang cakep tapi ๐Ÿ‘
Kalau dibelah gini, tampangnya gak ok tapi maknyos
Sambelnya ini super pedes

Untuk resepnya bisa cek di youtube Chef Devina yaa. Yukkk cobain ๐Ÿ˜Š